Halaman

Arsip Blog

Powered By Blogger

Minggu, 10 Juli 2011

Resume (Selanjutnya)

TWISTED PAIR :
Kelebihan :
-. Harga relatif lebih murah di antara kabel jaringan lainnya
-. Mudah dalam membangun instalasi
-. Mudah didapat dan flexibel
Kelemahan :
-. Jarak jangkau hanya 100 m dan kecepatan transmisi relatif terbatas (1 Gbps)
-. Mudah terpengaruh noise (gangguan)
-. Tidak dapat mentransmisikan sinyal cahaya
COAXIAL CABLE :
Kelebihan :
-. Hampir tidak terpengaruhi oleh noise (gangguan)
-. Harga relatif murah
-. Kapasitas bandwith dan jangkauan transmisi lebih besar
Kekurangan :
-. Penggunaannya mudah dibajak
-. Thick coaxial sulit untuk dipasang pada beberapa jenis ruang
-. Sering mengakibatkan masalah dalam koneksi jika kedua ujungnya tidak di ground dengan baik
FIBER OPTIC :
Kelebihan :
-. Berkemampuan membawa lebih banyak informasi dan mengantarkan informasi lebih akurat
-. Kebal terhadap segala jenis interferensi, termasuk kilat, dan tidak bersifat mengantarkan listrik
-. Lebih mudah dalam penanganan dan pemasangannya
Kelemahan :
-. Biaya yang mahal untuk peralatannya
-. Perlu peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya
-. Bisa menyerap hidrogen yang bisa menyebabkan loss data
sumber : http://rendyriskianto.blogspot.com/2009/11/kelebihan-dan-kekurangan-dari-kabel-utp.html, http://id.wikipedia.org/wiki/Kabel, http://fcute.blogspot.com/2010/08/kelebihan-dan-kekurangan-fiber-optik.html 
WIRELESS :
Kelebihan :
-. Mobilitas dan Produktivitas Tinggi
-. Kemudahan dan kecepatan instalasi
-. Fleksibel
-. Menurunkan biaya kepemilikan
Kekurangan :
-. Biaya peralatan mahal
-. Delay yang besar
-. Kapasitas jaringan menghadapi keterbatasan spektrum
WIRED :
Kelebihan :
-. Relatif murah
-. Tingkat keamanan relatif tinggi (karena terhubung langsung serta terpantau hubungannya)
-. Performa/Stabilitas jaringan dan bandwith yang lebih tinggi dan lancar
Kekurangan :
-. Instalasi yang kurang terencana bisa terlihat jorok/acak – acakan
-. Kurang fleksibel jika ada ekspansi
-. Mobilitas yang kurang
sumber : http://blogsaep.wordpress.com/2010/02/12/kelebihan-dan-kekurangan-wired/, http://cyberjackass.wordpress.com/2009/04/19/kelebihan-dan-kekurangan-wlan/ 

Resume Pribadi Q....

Perbedaanantara jaringan kabel dan nirkabel antara lain:
1.   Secara ekonomi, penggunaan media kabel lebih mahal dibanding penggunaan nirkabel (tidak menggunakan kabel)
2.   Biaya instalasi dan perawatan media kabel lebih mahal dibanding nirkabel
3.   Kondisi jaringan yang dibangun dengan kabel lebih baik dan kokoh secara struktural dibanding penggunaan nirkabel
4.   Komunikasi jaringan kabel memiliki ruang lingkup yang terbatas, terutama penggunaan jaringan komunikasi pada area luas atau jarak jauh, sedangkan jaringan nirkabel memiliki ruang lingkup yang lebih luas
 

Klasifikasi jaringan computer Berdasarkanjangkauan geografis :
v    Personal Area Network (PAN)
v    Campus Area Network (CAN)
v    Local Area Network (LAN): suatu jaringankomputer yang menghubungkan suatu komputer dengan komputer lain dengan jarakyang terbatas.
v    Metropolitant Area Network (MAN): prinsip samadengan LAN, hanya saja jaraknya lebih luas, yaitu 10-50 km.
v    Wide Area Network (WAN): jaraknya antar kota, negara, dan benua.ini sama dengan internet.
v    Global Area Network (GAN)
Klasifikasi jaringan computer Berdasarkan peranandan hubungan tiap komputer dalam proses pertukaran data :
1. `Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputeryang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisadiberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuahdomain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server.
2.  Peer-to-peer
Yaitujaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadiclient secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer diJaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,Ddan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat Amengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses filesoal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagaiclient dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server.Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti inidinamakan peer to peer.
Klasifikasi jaringan computer Berdasarkan mediatransmisi yang digunakan : 





Klasifikasi jaringan computer Berdasarkan Topologinya

Komunikasi dataadalah pertukaran data digital (dalam bentuk 0 dan 1) antara dua atau lebihperalatan elektronik melalui media transmisi (mislnya kabel)
Prinsip KomunikasiData     
-        Data yg masuk ke komp dapat berupa angka, huruf,simbol / yg lainnya
-        Data dapat berupa analog dan digital
-        Data analog mempunyai jangkauan yang jauh
-        Data digital mempunyai jangkauan yang pendek
Prinsippengiriman data jarak dekat dari pengririm disalurkan oleh tranduserkepemancar an dari pemancar ditangkap oleh tranduser penerima dan dikirimpenerima atau user.
Prinsip pengirimanjarak jauh mula-mula pusat mengirim data melalui tranduser, trandusermenyebarkan melalui pemancar, pemancar disalurkan kesatelit, dari satelitditangkap oleh tranduser penerima kemudian disalurkan pada penerima.
Mendiskripsikanbeberapa media komunikasi
Media pengiriman data dapat berupa :
1.   Udara (Gelombang elektromagnetik)
2.   Kabel,
3.   Cahaya (serat optik)
Media kebel ada 3 macam :
1.   Kabel koaksial
a.   Thick koaksial untuk Ethernet antar gedung dikenal denga kabel RG-8 daya jangkau 500 s/d 2500 meter
b.   Think koaksial jaringan antar workstation kabelnya menggunakan RG-58 untuk topologi bus dan ring dengan jangkauan 300 meter
2.   Kabel UTP
·       UTP, singkatan dari “Unshielded TwistedPair”.
·       Disebutunshielded karena kurang tahan terhadap interferensi elektromagnetik. Dan
·       disebut twisted pair karena di dalamnya terdapatpasangan kabel yang disusun spiral alias saling berlilitan.
Sekarangjaringan computer menggunakan kebel jenis ini termasuk jaringan computer yangdi gunakan di LAB komputer MAN Sabdodadi Bantul
3.   Kabel serat optic
     pengiriman data berupa cahaya.
      Kelebihan:
-     kecepatantransfer datanya sangat tinggi
-     faktorpenghambat sangat rendah
-        daya jangkauannya memcapai ratusan kilometer tanparepeater
      Carakerja : menggunakan prinsip pemantulan sempurna cahaya danprinsip dualisme gelombang partikel

Resume Media Transmisi ...

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Berdasarkan luas jaringannya, jaringan komputer dibagi atas tiga jenis, yaitu ;
a. Local Area Network (LAN)
b. Metropolitan Area Network (MAN)
c. Wide Area Network (WAN)
Local Area Network (LAN) adalah dasar atas materi yang akan kita bahas lebih jauh mengenai Wireless LAN . Local Area Network (LAN) adalah sejumlah komputer yang saling dihubungkan bersama di dalam satu areal tertentu yang tidak begitu luas, seperti di dalam satu kantor atau gedung. Secara garis besar terdapat dua tipe jaringan atau LAN, yaitu jaringan Peer to Peer dan jaringan Client-Server. Pada jaringan peer to peer, setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai workstation maupun server. Sedangkan pada jaringan Client-Server, hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.
Untuk dapat mengadakan suatu hubungan atau koneksi, maka dibutuhkan media perantara yang menghubungkannya. Secara umum media penghubung adalah terdiri atas beberapa bagian diantaranya :
1) Media terarah (Guided Transmission data)
Diantaranya yang merupakan media terarah adalah :
1.1) Coaxial cable
1.2) Twisted Pair cable
1.3) Fiber Optic
2) Media tidak terarah (Unguided Transmission data)
Diantaranya yang merupakan media tidak terarah adalah :
2.1) Transmisi radio
2.2) Komunikasi satelit
Dengan semakin bertambahnya pemakaian komputer, semakin besar kebutuhan akan pentransferan data dari satu terminal ke terminal lain yang dipisahkan oleh satuan jarak dan semakin tinggi kebutuhan akan efisiensi penggunaan alat-alat kantor (seperti printer dan plotter) dan waktu perolehan data base, maka semakin tinggi pula kebutuhan akan suatu jaringan yang menghubungkan terminal-terminal yang ingin berkomunikasi dengan efisien. Jaringan tersebut dikenal dengan Local Area Network (LAN) yang biasa memakai kabel atau fiber optik sebagai media transmisinya. Sesuai perkembangan karakteristik masyarakat seperti yang telah disebutkan di atas maka LAN menawarkan suatu alternatif untuk komputer portabel yaitu wireless LAN (WLAN). WLAN menggunakan frekuensi radio (RF) atau infrared (IR) sebagai media transmisi.
1.1 Sejarah dan Standar WLAN
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Karena tidak memenuhi standar IEEE 802 untuk LAN yaitu 1 Mbps maka produknya tidak dipasarkan. Baru pada tahun 1985, Federal Communication Commission (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius. Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pasar yang menjadi targetnya adalah pabrik, kantor-kantor yang mengalami kesulitan dalam pengkabelan (seperti kantor dengan interior marmer dll), perkulakan, laboraturium, tempat-tempat yang bersifat sementara (seperti ruang kuliah, rapat, konfrensi dll) dan kampus. Perkiraan sementara yang dihasilkan menunjukkan bahwa kira-kira 5-15 % pasar LAN akan dikuasi oleh WLAN. Dengan adanya berbagai merek perangkat keras dan lunak, maka diperlukan suatu standar, di mana perangkat-perangkat yang berbeda merek dapat difungsikan pada perangkat merek lain. Standar-standar WLAN adalah IEEE 802.11, WINForum dan HIPERLAN.
Wireless Information Network Forum (WINForum) dilahirkan oleh Apple Computer dan bertujuan untuk mencapai pita Personal Communication Service (PCS) yang tidak terlisensi untuk aplikasi data dan suara dan mengembangkan spectrum etiquette (spektrum yang menawarkan peraturan-peraturan yang sangat minim dan akses yang adil). High Performance Radio Local Area Network (HIPERLAN) dilahirkan oleh European Telekommunications Standards Institute (ETSI) yang memfokuskan diri pada pita 5.12-5.30 GHz dan 17.1-17.3 GHz. IEEE 802.11 dilahirkan oleh Institute Electrical and Electronics Engineer (IEEE) dan berfokus pada pita ISM dan memanfaatkan teknik spread spectrum (SS) yaitu Direct Sequence (DS) dan Frequency Hopping (FH), standar ini adalah yang paling banyak dipakai .
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada WLAN adalah :
1. Data rate tinggi (>1 Mbps), daya rendah dan harga murah
2. Metode akses yaitu metode membagi kanal kepada banyak pemakai dengan aturan-aturan tertentu.
3. Media transmisi yang merupakan faktor penting pada keterbatasan data rate dan memiliki teknik tersendiri, di mana bila teknik yang berhubungan dengan media transmisi (seperti teknik propagasi dalam ruangan, teknik modulasi dll) dapat diperhitungkan dengan baik maka akan dihasilkan sistem WLAN yang tangguh.
4. Topologi yaitu cara dan pola yang digunakan dalam menghubungkan semua terminal.
Standarisasi yang digunakan dalam teknologi WLAN umumnya mengacu kepada standarisasi yang dibuat oleh IEEE (Institute of electrical and electronics engineers) dengan bidang kerja 802.11.x dan Wi-Fi (Wireless Fidelity) yang merupakan suatu asosiasi yang dipelopori oleh vendor Cisco yang pada dasarnya adalah sama dengan standarisasi oleh IEEE namun untuk melengkapi standar kebutuhan dunia bisnis yang tidak tersedia dalam standarisasi yang dibentuk oleh IEEE. Berikut adalah standarisasi wireless LAN menurut IEEE :
Spesifikasi Tahun release Kecepatan maksimum Kecepatan aktual Frekuensi Kerja Kompatibilitas Jarak (Indoor/Outdoor)
802.11.a 1999 54 Mbps 23 Mbps 5 Ghz a 30m / 100m
802.11.b 1999 11 Mbps 4 Mbps 2.4 Ghz b 35m / 110m
802.11.g 2003 54 Mbps 19 Mbps 2.4 Ghz b,g 35m / 110m
802.11.n 2009* 248 Mbps 74 Mbps 5 & 2.4 Ghz b,g,n 70m / 160m
1.2. Perbedaan Antara Jaringan Wireless dan Jaringan Kabel
Jaringan wireless memiliki keunggulan dan kelemahan sebagai berikut :
1.2.1. Keunggulannya adalah biaya pemeliharannya murah (hanya mencakup stasiun sel bukan seperti pada jaringan kabel yang mencakup keseluruhan kabel), infrastrukturnya berdimensi kecil, pembangunannya cepat, mudah dikembangkan (misalnya dengan konsep mikrosel dan teknik frequency reuse), mudah & murah untuk direlokasi dan mendukung portabelitas.
1.2.2. Kelemahannya adalah biaya peralatan mahal (kelemahan ini dapat dihilangkan dengan mengembangkan dan memproduksi teknologi komponen elektronika sehingga dapat menekan biaya jaringan), delay yang besar, adanya masalah propagasi radio seperti terhalang, terpantul dan banyak sumber interferensi (kelemahan ini dapat diatasi dengan teknik modulasi, teknik antena diversity, teknik spread spectrum dll), kapasitas jaringan menghadapi keterbatas spektrum (pita frekuensi tidak dapat diperlebar tetapi dapat dimanfaatkan dengan efisien dengan bantuan bermacam-macam teknik seperti spread spectrum/DS-CDMA) dan keamanan data (kerahasian) kurang terjamin (kelemahan ini dapat diatasi misalnya dengan teknik spread spectrum) [1,7 dan 9].
1.2.3. Yang unik dari media transmisi wireless adalah :
1.2.3. Sinyalnya terputus-putus (intermittence) yang disebabkan oleh adanya benda antara pengirim dan penerima sehingga sinyal terhalang dan tidak sampai pada penerima (gejala ini sangat terasa pada komunikasi wireless dengan IR).
1.2.4. Bersifat broadcast akibat pola radiasinya yang memancar ke segala arah, sehingga semua terminal dapat menerima sinyal dari pengirim.
1.2.5. Sinyal pada media radio sangat komplek untuk dipresentasikan kerena sinyalnya menggunakan bilangan imajiner, memiliki pola radiasi dan memiliki polarisasi.
1.2.6. Mengalami gejala yang disebut multipath yaitu propagasi radio dari pengirim ke penerima melalui banyak jalur yang LOS dan yang tidak LOS/terpantul
Wireless Local Area Network sebenarnya hampir sama dengan jaringan wired LAN, akan tetapi setiap node pada WLAN menggunakan media tidak terarah yaitu dengan transmisi radio yang diterapkan pada suatu wireless device untuk berhubungan dengan jaringan. Node pada WLAN menggunakan channel frekuensi yang sama dan SSID yang menunjukkan identitas dari wireless device.
Tidak seperti jaringan kabel, jaringan wireless memiliki dua mode yang dapat digunakan : infastruktur dan Ad-Hoc. Konfigurasi infrastruktur adalah komunikasi antar masing-masing PC melalui sebuah access point pada WLAN atau LAN. Komunikasi Ad-Hoc adalah komunikasi secara langsung antara masing-masing komputer dengan menggunakan piranti wireless. Penggunaan kedua mode ini tergantung dari kebutuhan untuk berbagi data atau kebutuhan yang lain dengan jaringan berkabel.
* Ad-Hoc Mode
Ad-Hoc merupakan mode jaringan WLAN yang sangat sederhana, karena pada ad-hoc ini tidak memerlukan access point untuk host dapat saling berinteraksi. Setiap host cukup memiliki transmitter dan reciever wireless untuk berkomunikasi secara langsung satu sama lain seperti tampak pada gambar 1. Kekurangan dari mode ini adalah komputer tidak bisa berkomunikasi dengan komputer pada jaringan yang menggunakan kabel. Selain itu, daerah jangkauan pada mode ini terbatas pada jarak antara kedua komputer tersebut.
* Infrastrukrur Mode
Jika komputer pada jaringan wireless ingin mengakses jaringan kabel atau berbagi printer misalnya, maka jaringan wireless tersebut harus menggunakan mode infrastruktur.
Pada mode infrastruktur, access point berfungsi untuk melayani komunikasi utama pada jaringan wireless. Access point mentransmisikan data pada PC dengan jangkauan tertentu pada suatu daerah. Penambahan dan pengaturan letak access point dapat memperluas jangkauan dari WLAN.
2. WLAN Devices
· Access Point
Access Point merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari pengguna (user) ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
Router adalah sebuah alat yang memungkinkan adanya akses ke internet melalui sebuah jaringan. Dengan menggunakan wireless router, akses internet ini dapat dibagi melalui beberapa switch port atau melalui wireless pada frekuensi kerjanya. Beberapa computer yang dilengkapi dengan wireless card dan adapter dapat saling berkomunikasi tanpa menggunakan kabel asalkan menggunakan wireless setting yang sama, dan bera
da dalam coverage area. Sehingga terbentuklah suatu jaringan tanpa kabel yang sering disebut WLAN (Wireless Local Area Network). Untuk menghubungkan wired LAN, wireless LAN, dan internet sekaligus dibutuhkan wireless router. Sehingga, Sebuah komputer dalam WLAN dapat berkomunikasi dengan komputer lain dalam wired LAN.
Wireles Router yang diambil sebagai contoh pada pelatihan “Training Season” kali ini adalah Linksys Wireless-G Broadband Router 2.4 GHz 54Mbps. Secara umum, semua wireless router mempunyai struktur fisik yang sama.
® Tombol Reset
Terdapat 2 cara untuk mereset sebuah wireless router untuk kembali ke setting awal. Dengan menekan tombol reset selama 10 detik atau melalui “restore the default” dari aplikasi web based wireless router tersebut. (mereset wireless router, akan menghapus seluruh setting yang telah dilakukan sebelumnya dan digantikan dengan setting awal)
® Internet Port
Internet Port adalah tempat dimana kita mengkoneksikan kabel internet.
® 1, 2, 3, 4 port
Ke-4 port ini adalah tempat dimana kita mengkoneksikan kabel dari jarinagan komputer lain.
® Power Port
Power port adalah tempat dimana kita mengkoneksikan kabel dari power adapter.
® Power LED
Power LED akan menyala terus selama wireless router on. Pada saat boot-up, dia akan berkedip dan kemudian berhenti setelah proses boot-up selesai dijalankan.
® DMZ LED
DMZ LED akan menyala selama fitur DMZ pada wireless router diset enable.
® 1, 2, 3, 4 LED
LED akan menyala sesuai pada port pada bagian belakang wireless router dimana terdapat koneksi dengan suatu alat berjalan dengan baik. LED ini akan berkedip jika terdapat aktifitas jaringan melalui port yang sesuai.
® Internet LED
Internet LED menyala jika terdapat koneksi ke internet pada internet port yang berjalan dengan baik.
· Wireless LAN Interface
Wireless LAN Interface, seperti gambar 5, merupakan peralatan yang dipasang di Mobile/Desktop PC, peralatan yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card, PCI card maupun melalui port USB (Universal Serial Bus).
* Mobile/Desktop PC,
Mobile/Desktop PC merupakan perangkat akses untuk pengguna, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan wireless adapter melalui PCI (Peripheral Component Interconnect) card atau USB (Universal Serial Bus).
* Antena external (optional)
Antena external (optional) digunakan untuk memperkuat daya pancar. Antena ini dapat dirakit sendiri oleh user. contoh : antena kaleng.
Secara relatif perangkat Access-Point ini mampu menampung beberapa sampai ratusan pengguna secara bersamaan. Beberapa vendor hanya merekomendasikan belasan sampai sekitar 40-an pengguna untuk satu Access Point. Meskipun secara teorinya perangkat ini bisa menampung banyak namun akan terjadi kinerja yang menurun karena faktor sinyal RF itu sendiri dan kekuatan sistem operasi Access Point.
Komponen logic dari Access Point adalah ESSID (Extended Service Set Identification) yang merupakan standar dari IEEE 802.11. Pengguna harus mengkoneksikan wireless adapter ke Access Point dengan ESSID tertentu supaya transfer data bisa terjadi. ESSID menjadi autentifikasi standar dalam komunikasi wireless. Dalam segi keamanan beberapa vendor tertentu membuat kunci autentifikasi tertentu untuk proses autentifikasi dari klien ke Access Point.
Rawannya segi keamanan ini membuat IEEE mengeluarkan standarisasi Wireless Encryption Protocol (WEP), sebuah aplikasi yang sudah ada dalam setiap PCMCIA card. WEP ini berfungsi meng-encrypt data sebelum ditransfer ke sinyal Radio Frequency (RF), dan men-decrypt kembali data dari sinyal RF.

Resume Selanjutnya......

Media Transmisi Data
A. Kabel UTP
Jaringan komputer sekarang menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan standar 100 base – TX Fast Ethernet. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kawat berulir (twistwed Pair Wire) sehingga pada kabel itu semuanya terdapat 8 kawat. Setiap pasang akawat ini di beri kode warna, yang pertama warna penuh (Biru, Jingga, Hijau atau cokelat) dan pasangannya yang berulir seputar yang utama tadi dengan warna putih dan
strip warna yang sesuai dengan pasangannya
Ada 2 macam kabel ini, yaitu:
a.Shielded Twisted Pair (STP), kabel dengan selubung pembungkus
b.Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel tanpa selubung pembungkus
Fungsi selubung untuk penahan (grounding) untuk mengurangi gangguan jadi kabel STP lebih bagus dibandingkan UTP.
Karakteristik utama kabel twisted pair adalah sebagai berikut:
a.Kabel yang dipelintir satu sama lain untuk mengurangi interferensi listrik.
b.Dapat terdiri atas dua, empat atau lebih pasangan kabel.
c.Dapat melewatkan sinyal sampai 10 Mbps.
d.Koneksi menggunakan RJ-11 atau RJ-45.
f.STP tahan gangguan daripada UTP sehingga kecepatannya sampai 100 Mbps.
g.Dibutuhkan hub untuk membangun sebuah LAN.
h.Lebih mudah dipelihara karena kerusakan pada satu saluran tidak menganggu saluran lain.
B. Konektor
Merupakan peralatan yang digunakan untuk menghubungkan suatu media transmisi tertentu dengan network interface card.
a. RJ-45
Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata ‘Registered Jack’). Konektor RJ-45 ini mirip
dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat pasang. Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ- 45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untuk melihat urutan kawat-kawat yang dipasang pada
konektor RJ-45, anda harus melihatnya dengan memegang ‘klip’ konektor ini di bagian bawah, agar ‘lubang’-nya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.
Urutan penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode straight cable
Putih Orange 1 Putih Orange
Orange 2 Orange
Putih Hijau 3 Putih Hijau
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Hijau
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat
Untuk penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 utuk metode Cross cable, dengan urutan kabelnya:
Putih Orange 1 Putih Hijau
Orange 2 Hijau
Putih Hijau 3 Putih Orange
Biru 4 Biru
Putih Biru 5 Putih Biru
Hijau 6 Orange
Putih Coklat 7 Putih Coklat
Coklat 8 Coklat
C. Kabel Koaksial
1. Thin Ethernet (Thinnet)
Thin Ethernet atau Thinnet memiliki keunggulan dalam hal biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe pengkabelan lain, serta pemasangan komponennya lebih mudah. Panjang kabel thin coaxial/RG-58 antara 0.5 – 185 m dan maksimum 30 komputer terhubung.
2. Thick Ethernet (Thicknet)
Dengan thick Ethernet atau thicknet, jumlah komputer yang dapat dihubungkan dalam jaringan akan lebih banyak dan jarak antara komputer dapat diperbesar, tetapi biaya pengadaan pengkabelan ini lebih mahal serta pemasangannya relatif lebih sulit dibandingkan dengan Thinnet. Pada Thicknet digunakan transceiver untuk menghubungkan setiap komputer dengan sistem jaringan. Panjang kabel transceiver maksimum 50 m, panjang kabel Thick Ethernet maksimum 500 m dengan maksimum 100 transceiver terhubung.
Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
- paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN)
- memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband
(multiple channel)
- ada bermacam-macam jenis kabel coax seperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin
coax.
- thick coaxial dikenal dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel
backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secera
fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan
2500 m dengan repeater.
- thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet,
biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk
implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik
D. Fiber Optic
Jaringan yang menggunakan Fiber Optic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehsaudaralan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100 Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
- Mahal
- Bandwidth lebar
- hampir tidak ada resistansi dan loss
- tidak bisa di-tap di tengah
- tidak terganggu oleh cuaca dan panas
- merupakan salah satu kabel utama di masa depan
E. Wireless
- instalasi mudah dilakukan
- setiap workstation berhubungan dengan hub ataucosentrator melalui gelombang radio
atau inframerah
F. Hub & Hub Switch
Merupakan konsentrator yang membagi sinyal data bagi network interface card (NIC).
G. Router
Merupakan peralatan yang menentukan rute (jalur) yang akan dilewati oleh data dalam jaringan.

Resume . .(Lanjutan)

Macam – Macam Kabel Jaringan (LAN)

Kabel Local Area Network
Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.
Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :
Coaxial
Unshielded Twisted Pair (UTP)
Shielded Twisted Pair (STP)
Fiber Optik
Penggunaan Kabel Coaxial
Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.
Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:
10Base5 / Kabel “Thicknet” :
adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.
merupakan kabel “original” Ethernet.
tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
10Base2 / Kabel “Thinnet”:
adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.
mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.
menggantikan “Thicknet”.
tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.
Unshielded Twisted Pair”
Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Kategori UTP
Kategori
Performansi (MHz)
Penggunaan
Cat 1
1    Voice, Mainframe, Dumb Terminal
Cat 2
4    4 MB Token Ring
Cat 3
10    10MB Ethernet
Cat 4
20    16 MB Token Ring
Cat 5
100    100 MB Ethernet
“Shielded Twisted Pair”
“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
Harganya cukup mahal.
Kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.
Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).
Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.

Resume Lanjutan . .

  1. Pengertian Tentang Kabel UTP

Kabel UTP merupakan salah satu media transmisi yang paling banyak digunakan untuk membuat sebuah jaringan local (Local Area Network), selain karena harganya relative murah, mudah dipasang dan cukup bisa diandalkan. Sesuai namanya Unshielded Twisted Pair berarti kabel pasangan berpilin/terbelit (twisted pair) tanpa pelindung (unshielded). Fungsi lilitan ini adalah sebagai eleminasi terhadap induksi dan kebocoran. Sebelumnya ada juga kabel STP (Shielded Twisted Pair), untuk contoh gambarnya dapat dilihat dibawah:



Terdapat beberapa jenis kategori kabel UTP ini yang menunjukkan kualitas, jumlah kerapatan lilitan pairnya, semakin tinggi katagorinya semakin rapat lilitannya dan parameter lainnya seperti berikut ini:
• Kabel UTP Category 1
Digunakan untuk komunikasi telepon (mentransmisikan data kecepatan rendah), sehingga tidak cocock untuk mentransmisikan data.
• Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai dengan 4 Mbps (Megabits per second)
• Kabel UTP Category 3
Digunakan pada 10BaseT network, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1Mbps. 10BaseT kependekan dari 10 Mbps, Baseband, Twisted pair.
• Kabel UTP Category 4
Sering digunakan pada topologi token ring, mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 16 Mbps
• Kabel UTP Category 5
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 100 Mbps,
• Kabel UTP Category 5e
mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 100 MHz.
• Kabel UTP Category 6
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan sampai 1000 Mbps (1Gbps), frekwensi signal yang dapat dilewatkan sampai 200 MHz. Secara fisik terdapat separator yg terbuat dari plastik yang berfungsi memisahkan keempat pair di dalam kabel tersebut.
• Kabel UTP Category 7 gigabit Ethernet (1Gbps), frekwensi signal 400 MHz
Untuk pemasangan kabel UTP, terdapat dua jenis pemasangan kabel UTP yang umum digunakan pada jaringan komputer terutama LAN, yaitu Straight Through Cable dan Cross Over Cable