Halaman

Arsip Blog

Powered By Blogger

Kamis, 21 Juli 2011

Konsep dan Kegunaan Layer (OSI 7 layer)

Banyak kegunaan yang didapat dari pembagian fungsi menjadi yang lebih kecil atau yang disebut layer. Kegunaan yang pasti adalah mengurangi kompleksitas, sehingga dapat didefinisikan lebih detail.
Contoh kegunaannya antara lain:
  • Manusia dapat membahas dan mempelajari tentang protokol secara detail.
  • Membuat perangkat menjadi bentuk modular, sehingga pengguna dapat menggunakan hanya modul yang dibutuhkan.
  • Membuat lingkungan yang dapat saling terkoneksi.
  • Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga memudahkan produksi.
  • Tiap layer dapat diberikan pembuka dan penutup sesuai dengan layernya.
  • Untuk berkomunikasi dapat dengan segera menggunakan layer dibawahnya.
OSI (Open System Interconnection) adalah sebuah model arsitektural jaringan yang di kembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. Sebelum muncul model OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda agar semua komputer yang berbeda vendor bisa saling berhubungan dengan ketentuan dari 7 OSI Layer ini. 7 OSI Layer arti nya 7 Lapisan OSI yang terdiri dari : Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, dan Physical. Berikut adalah Fungsi dari masing-masing OSI Layer :


1. Application

Menyediakan jasa bagi pengguna seperti aplikasi yang ada pada jaringan. Layer ini bertanggung jawab atas pertukaran informasi antar program komputer seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan.

2. Presentation

Bertanggung jawab mengkonversikan data dan format data untuk mentransfer data. Layer ini juga membentuk kode konversi, translasi data, dan enkripsi.

3. Session

Menjaga, memelihara dan mengatur koneksi antara 2 terminal agar mereka bisa saling berhubungan satu sama lain.

4. Transport

Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi end to end antar terminal, dan penanganan error.

5. Network

Menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang di ambil selama perjalanan dan menjaga antrian traffic data yang berbentuk paket data.

6. Data Link

Menyediakan link untuk data dan memaketkannya dalam bentuk frame yang berhubungan dengan hardware kemudian di transfer menggunakan kartu jaringan (NIC). Data Link juga mengatur komunikasi layer fisik antara sistem koneksi dan penanganan error.

7. Physical

Bertanggung jawab merubah data menjadi bit dan mentransfernya melalui media seperti kabel dan menjaga koneksi fisik antar system/terminal.

Tujuan penggunaan OSI Layer adalah Membantu para desaigner jaringan untuk memahami fungsi-fungsi dari masing-masing layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data termasuk protocol jaringan dan metode transmisi.

OSI layer

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model “Model tujuh lapis OSI” (OSI seven layer model).
Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.
Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.
OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.
Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisan
OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut
Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Lihat lebih dengan tampilan lebih keren klik di SINI
https://docs.google.com/document

OSI layer

Untuk menyelenggarakan komunikasi berbagai macam vendor komputer, diperlukan sebuah aturan baku yang standar dan disetujui berbagai fihak. Seperti halnya dua orang yang berlainan bangsa, maka untuk berkomunikasi memerlukan penerjemah/interpreter atau satu bahasa yang dimengerti kedua belah pihak. Dalam dunia komputer dan telekomunikasi interpreter identik dengan protokol. Untuk itu maka badan dunia yang menangani masalah standarisasi ISO (International Standardization Organization) membuat aturan baku yang dikenal dengan nama model referensi OSI (Open System Interconnection). Dengan demikian diharapkan semua vendor perangkat telekomunikasi haruslah berpedoman dengan model referensi ini dalam mengembangkan protokolnya. Berikut deskripsi Model referensi OSI:
  • Sebuah Model Layer
  • Setiap layer melakukan sekumpulan fungsi tertentu untuk mensukseskan komunikasi data
  • Setiap layer bergantung pada layer yang ada di bawahnya untuk melakukan fungsinya
  • Setiap layer akan mendukung operasi lapisan yang berada di atasnya
  • Implementasi pada setiap lapis seharusnya tidak bergantung pada lapisan lainnya
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data. Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnected) Reference Model.
Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.
Ke-7 layer bekerja dari layer teratas menuju kebawah bawah sesuai urutan : aplication, presentation, session, transport, network, data-link, dan physical. Ke-7 layer tersebut disusun berdasarkan lima prinsip yang harus diikuti untuk menentukan layer dalam komunikasi, yaitu :
  • Layer dibuat jika ketika diperlukan pemisahan level yang secara teori  diperlukan.
  • Masing-masing layer memiliki fungsi yang jelas.
  • Setiap fungsi dari masing-masing layer telah ditentukan agar sesuai dengan standar protokol secara internasional.
  • Batas kedua layer telah ditentukan untuk mengurangi informasi menerobos antarmuka layer.
  • Setiap layer ditentukan dengan jelas fungsinya, tetapi jumlah layer sebaiknya sekecil mungkin untuk menghindari arsitektur yang luas.
Secara sederhana ketujuh lapis model OSI dapat digambarkan pada gambar di atas,  dan ilustrasi mengeni lingkungan OSI dapat dilihat pada gambar dibawah.
GAMBAR: Lapisan-Lapisan OSI
GAMBAR: Lapisan-Lapisan OSI
Model OSI disusun atas 7 lapisan; fisik (lapisan 1), data link (lapisan 2), network (lapisan 3), transport (lapisan 4), session (lapisan 5), presentasi (lapisan 6) dan aplikasi (lapisan 7). Pada Gambar 3.3, Anda dapat juga melihat bagaimana setiap lapisan terlibat pada proses pengiriman pesan/message dari Device A ke Device B. Terlihat bahwa perjalanan message dari A ke B melewati banyak intermediasi node. Intermediasi node ini biasanya hanya melibatkan tiga lapisan pertama model OSI saja.
Jadi dengan demikian para disainer hardware dan jaringan dapat lebih paham dan flexibel dalam membuat suatu sistem sehingga fungsi setiap mesin dapat ber-interoperasi (interoperbility) satu sama lain.
Setiap mesin/komputer hanya dapat memanfaatkan service lapisan yang terdapat tepat di lapisan bawahnya. Contoh: Lapisan 3 menggunakan service yang disediakan oleh lapisan 2 dan menyediakan service untuk lapisan 4.
Proses peer-to-peer
Bila dua mesin/komputer berinteraksi melakukan proses harus mematuhi aturan dan konvensi yang disebut protokol. Proses yang terjadi pada setiap mesin pada lapisan tertentu disebut peer-to-peer processes (proses peer-to-peer). Jadi dengan demikian jika 2 mesin akan dapat berkomunikasi jika pada lapisan tertentu menggunakan protokol yang sama. Dilihat pada gambar 3.3, message atau pesan yang dikirim oleh device A menuju device B harus melalui lapisan-lapisan yang paling atas menuju lapisan bawah berikutnya sampai lapisan terbawah kemudian kembali menuju lapisan yang lebih tinggi dan seterusnya melewati lapisan tepat diatasnya. Pesan-pesan yang dikirim adalah berupa informasi yang dibentuk dalam paketpaket di mana pada layer tepat di bawahnya informasi tersebut “dibungkus”. Jadi pada sisi penerima informasi yang sampai berupa paket-paket yang telah “dibuka” bungkusannya dan direkonstruksi kembali.
GAMBAR: Pertukaran Data dengan Model OSI
GAMBAR: Pertukaran Data dengan Model OSI
Antarmuka antara lapisan terdekat
Pada saat pengiriman dan penerimaan pesan, lapisan memerlukan antarmuka dengan lapisan atas dan bawahnya yang berdekatan. Sepanjang sebuah lapisan menyediakan layanan yang dimaksud pada layer tepat di atas atau di bawahnya, dapat diimplementasikan fungsi yang termodifikasi atau diganti tanpa memerlukan perubahan di seluruh lapisan.
Pengorganisasian lapisan
Tujuh lapisan yang telah dijelaskan dapat dibagi menjadi 3 sub-kelompok (subgroups). Lapisan 1, 2 dan 3 adalah network support layer (lapisan-lapisan pendukung jaringan). Lapisan 5, 6 dan 7 merupakan user support layer (lapisan-lapisan pendukung pengguna). Lapisan 4 adalah transport layer, yang maksudnya adalah lapisan yang menghubungkan 2 subgroup sehingga lapisan user support layer dapat “mengerti” pesan yang dikirim network support layer.
Gambar terakhir ini memperlihatkan seluruh lapisan OSI dengan dimulai pada lapisan 7 yang merupakan data asli.

7 OSI LAYER (SEVEN OSI LAYER)


Pertama-tama saya ingin mengucapkan tahun baru bagi yang merayakannya baik itu dengan pasagannya. karena saya jomblo... hiks... hiks... Mengawali postingan di tahun yang baru ini saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan semoga apa yang pembaca baca dapat bermanfaat. Selamat membaca...

OSI kependekan dari (Open System Interconnection) yang di ciptakan ole ISO (international Standard of Organization). Seven OSI Layer memiliki tujuh tahapan-tahapan. Menyediakan kerangka logika berstruktur bagaimana data dapat berkomunikasi di dalam jaringan.

Upper Layer : Berhubungan dengan computer ke pengguna (focus pada pengguna).

Lower Layer : Dasar dari koneksi data dalam fisik jaringan (focus pada Network Enginer).


Tahapan Upper Layer yaitu Application, Presentation, Session. Sedankan pada tahapan Lower Layer yaitu Transport, Network, Data Link, Physical Layer.


Seven OSI Layer memiliki tujuh tahapan yang mana tahapan-tahapannya tersebut terbagi 2 yaitu upper layer dan lower layer.


Keterangan :
  • Application = Menyediakan jjasa bagi pengguna. Seperti aplikasi yang ada pada jaringan. Exemple : Email, Browser, Opera, dan lain-lainnya.
  • Presentation = Mengkonversi data atau format data untuk transfer data. Exemple : Conversi ASCII menjadi text, JPEG, GIF menjadi gambar dan lain-lainnya. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data dan enkripsi.
  • Session = Menjaga koneksi antarra dua terminal, serta memelihara dan mengaturnya.
  • Transport = Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen-segmen. Menjaga koneksi end-to-end antar terminal, penanganan dan error handling.
  • Network = Menentukan alamat jaringan, menentukan alamat yang di ambil selama perjalanan. Dan menjaga antrian traffic yang datanya berbentuk paket.
  • Data Link = Menyediakan link untuk data dan memakketkannya dalam bentuk frame yang berhubungan dengan hardware dan di transfer menggunakan kartu jaringan. Mengatur komunikasi layer fisik serta penanganan error.
  • Physical Layer = Merubah data nebjadi bit dan mentransfernya melalui media. Seperti kabel, dan koneksi fisik antar system/terminal.

Tujuan Penanganan OSI Layer

Untuk membantu disegner jaringan memahami fungsi dari masing-masing layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data termasuk protocol jaringan dan model atau metode transmisi.


Syarat tiap-tiap layer

Tiap-tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer yang ada sebelum dan sesudahnya melalui serentetan protocol dan standard. Misalnya data ada pada tahap di upper layer yaitu ada di Application, data tersebut tidak bisa langsung ke Physical Layer, namu ada segmen-segmennya sehingga data tersebut dapat di rubah menjadi bit (Physical Layer). Begitu juga sebaliknya.

Mengenal apa itu OSI 7 Layer

Tahun 80-an, kata network tidak akan memberikan bayangan akan PC LANs, dan tentunya bukan enterprise wide network (WAN). Orang- orang yang bekerja dibidang telekomunikasi hanya membayangkan network sebagai jaringan telepon. Orang- orang yang bekerja dibidang data communications, kata itu berarti sebuah jaringan antara terminal dan host (mainframe system).
Sekarang, LAN mewakili sekelompok komputer yang terkoneksi satu dengan lainnya yang share aplikasi, data dan peralatan. Sedangkan WAN adalah sekelompok LAN yang terinterkoneksi satu dengan yang lainnya melalui jaringan telepon, satelit, atau media lainnya.
Sepuluh tahun yang lalu atau lebih, arsitektur system komputer yang standar adalah terdiri dari 3 tingkatan, yang paling atas adalah mainframe, lalu minicomputer dan terakhir adalah PC LAN. Mainframe digunakan untuk data- data penting perusahaan seperti accounting, payroll dan inventory. Minicomputer digunakan (beberapa terkoneksi ke mainframe) untuk aplikasi departemen seperti manufacturing, invoicing, dan aplikasi departemen lainnya. Dan PC LAN digunakan untuk aplikasi office automation seperti word processor dan spreadsheets. PC dan PC LAN ada yang terhubung langsung ke minicomputer tetapi tidak ke mainframe.
Kemudian arsitektur 3 susun ini beralih ke 2 susun dimana sekarang baik minicomputer maupun PC LAN langsung dihubungkan ke mainframe tetapi aplikasi yang mission critical atau penting dijalankan di mainframe.
Arsitektur 2 susun itupun menjadi rata sehingga 1 susun saja dimana PC LAN telah memperoleh peranan yang lebih tinggi lagi. Arsitektur komputasi sekarang adalah transisi dari host-based ke distributed. Arsitektur komputasi masa depan adalah client/server atau distributed. Dengan arsitektur ini data dan aplikasi tidak terintegrasi di mainframe lagi tapi didistribusikan diseluruh system termasuk PC LAN server.
Beberapa klasifikasi network:
Departmental networks, dipergunakan oleh sekelompok kecil yang bekerja dengan satu tujuan yang sama. Tujuan utama departemen adalah untuk men-share local resources, seperti applications, data, laser printer dan modems.
  • Campus network yang menghubungkan beberapa departemental LANs dalam sebuah gedung atau kampus sebuah perusahaan.
  • Enterprise networks menghubungkan komputer- komputer diseluruh lokasi dari satu perusahaan tertentu. Mereka bisa meliputi sebuah kota, pulau atau benua.
  • Global network meliputi semua departemen, campus, branch offices dan subsidiaries dari sebuah perusahaan.
OSI Model
Open System Interconnection (OSI) merupakan sebuah model untuk komunikasi komputer yang terdiri dari 7 layer atau lapisan (OSI 7 layer). Sebelum adanya OSI yang merupakan standar internasional ini, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing- masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi
Application
Presentation
Session
Transport
Network
Data Link
Physical
Layer terbawah adalah physical layer membuat hubungan langsung dengan kabel yang dipergunakan untuk transmisi seperti twisted pairs, coaxial cable, fiber optic link, dll.
Data Link layer yang dilaksanakan oleh FIRMWARE pada network interface card (NIC) akan meletakkan bit-bit transmisi dalam urutan tertentu, yang disebut FRAME, dan menambahkan address dari node pengirim dan penerimanya. Kedua layer yang pertama ini hanya memberikan hubungan local antara node maka dinamakan LOCAL NETWORK CONNECTIVITY.
Layer 3 s/d 7 biasanya dilaksanakan dengan software. Layer Network menciptakan jalur data melalui WAN atau internetwork. Untuk melakukan ini, layer network menciptakan local dan network address. Tanggung jawab lain dari layer network ini adalah melakukan routing data (pada layer ini data disebut packet) dari sumber ke tujuan melalui transmisi LAN, MAN, WAN yang tepat.
Layer Transport melakukan pengurutan dan pemecahan data yang besar kedalam paket- paket dan bertanggung jawab untuk kelangsungan koneksi keberbagai bagian network. Jadi layer 3 dan layer 4 dinamakan dengan INTERNETWORK CONNECTIVITY.
Layer Session, berperan menambahkan dimensi logika kepada koneksi fisik dari layer-layer yang lebih bawah. Proses logika ini mengontrol koneksi dan diskoneksi dari jalur komunikasi data (session), dan menciptakan peraturan (half atau full duplex) untuk melaksanakan komunikasi. Apabila hubungan komunikasi terputus maka layer ini akan memulainya lagi dimana tadi telah terganggu atau terhenti.
Setelah berhasil memperoleh data dari workstation lain pada LAN atau WAN. Kita harus memastikan bahwa data itu dalam format yang dapat dibaca dan digunakan. Layer Presentation dan Application memastikan interoperabilitas ini.
TOPOLOGY
Dalam networking topology merupakan layout dari system pengkabelan. Tidak memperhatikan jenis kabelnya apakah twisted, coaxial, apakah diletakkan di langit2 atau di dasar dinding.
3 kategori topology: Linear Bus, Star dan Ring
NOS (NETWORK OPERATING SYSTEM)
Untuk mengerti apakah NOS (Network Operating System) itu, pertama-tama kita harus tahu dulu apakah Operating System itu. Intinya Operating System adalah otaknya dari sebuah komputer. OS merupakan pengendali utama dari software, atau kadang-kadang berhubungan dengan mengatur fungsi internal antara hardware dengan device operation.
NOS adalah operating system tingkat tinggi, yang mampu untuk me-manage beberapa user-bahkan ribuan user dengan device yang secure, bermacam-macam dan cepat berkembang.
Ciri dari NOS biasanya memiliki feature-feature antara lain:
  • Tampilan pengendali yang menarik dan mudah dengan GUI.
  • Memiliki metoda penyimpanan data jaringan yang baik.
  • Keamanan yang tinggi.
  • Fasilitas pengiriman data ke printer atau komputer lain.
  • Pemusatan penyimpanan data jaringan.
  • Log-on jarak jauh oleh pemakai melalui modem.
  • Dapat menggunakan workstation tanpa hard disk atau disket.
Untuk NOS sejak dulu telah ada beberapa diantaranya:
- Novell Netware
- Windows NT Server
- Linux/ Unix
- Windows 2000 Advanced Server
Windows NT Server
Sekitar akhir tahun 1988, Bill Gates – pemilik Microsoft bekerjasama dengan David N. Cutler yang telah bekerja selama 17 tahun pada Digital Equipment Corporation, dimana ia mengepalai Digital Equipment’s Virtual Memory System (VMS) bersama- sama Bill Gates membangun VMS operating system untuk VAX platform. Bill Gates menghabiskan waktu 3 tahun untuk membangun operating system baru itu yang kemudian diberi nama Prism, dan dibuat versi Unix-nya oleh VMS dan Digital Equipment’s dengan nama Ultrix.
Windows NT File systems
Windows NT support beberapa file system diantaranya FAT (File Alocation Table), CD-ROM File System (CDFS), High Performance File System (HPFS) dan NT File System (NTFS)
Penutup:
Network/jaringan adalah suatu cara menghubungkan satu komputer dengan komputer lain dengan menggunakan kabel dan network card. Ada dua kategori jaringan :
LAN (Local Area Network), suatu jaringan komputer yang berada dalam satu wilayah (satu gedung atau satu organisasi yang sama).
WAN (Wide Area Network), memiliki jangkauan yang lebih luas dari LAN, bisa antar kota atau antar negara.
Perangkat yang dibutuhkan untuk membuat suatu jaringan komputer adalah:
1. Network Interface Card (NIC)
2. Kabel jaringan
3. Software pengendali jaringan (NOS)

Resume kelompok 8 (OSI layer)

Pengantar Model Open Systems Interconnection(OSI)
Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.

Model Layer OSI
osigroupedlayers.gif

Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
 
“Open” dalam OSI
open.gif“Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
 
Modularity
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.
Modularity
modularity_1.gif
Seperti contoh Jasa Antar/Kurir. “Modularity” pada level transportasi menyatakan bahwa tidak penting, bagaimana cara paket sampai ke pesawat.
modularity_2.gif
Paket untuk sampai di pesawat, dapat dikirim melalui truk atau kapal. Masing-masing cara tersebut, pengirim tetap mengirimkan dan berharap paket tersebut sampai di Toronto. Pesawat terbang membawa paket ke Toronto tanpa memperhatikan bagaimana paket tersebut sampai di pesawat itu.
7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical
Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?
osilayer.gif

Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.
Model OSI
Keterangan
osilayers_1.gif
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
osilayers_2.gif
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
osilayers_3.gif
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
osilayers_4.gif
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
osilayers_5.gif
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
osilayers_6.gif
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
osilayers_7.gif
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.