Halaman

Arsip Blog

Powered By Blogger

Jumat, 04 Mei 2012

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya
003 Router Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi “induk” dari DNS Server yang bersangkutan.
044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047 NetBIOS over TCP/IP Scope Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.

Kamis, 12 April 2012

RPP Pertemuan 3 X 2 X 45 Menit

 

 Teman-teman kalau ada contoh Tugas PJJ tentang ("DRILL AND PRACTICE")

So, Silahkan teman-teman download untuk lebih jelasnya ,,
  Terima kasih,,...

Selamat Mencoba....^_^




RPP Pertemuan 4 X 2 X 45 Menit

Teman-teman kalau ada contoh Tugas PJJ tentang ("DRILL AND PRACTICE")

So, Silahkan teman-teman download untuk lebih jelasnya ,,
  Terima kasih,,...

Selamat Mencoba....^_^

RPP Pertemuan 2 X 2 X 45 Menit


 Teman-teman kalau ada contoh Tugas PJJ tentang ("DRILL AND PRACTICE")

So, Silahkan teman-teman download untuk lebih jelasnya ,,
  Terima kasih,,...

Selamat Mencoba....^_^


http://www.ziddu.com/download/19130069/RPP_TGS_PJJ_Pertemuan_2_.rar.html

Selasa, 03 April 2012

RPP Pertemuan 1 X 2 X 45 Menit

 Teman-teman kalau ada contoh Tugas PJJ tentang ("DRILL AND PRACTICE")

So, Silahkan teman-teman download untuk lebih jelasnya ,,
  Terima kasih,,...

Selamat Mencoba....^_^



 http://www.ziddu.com/download/19049073/RPP_TGS_PJJ_Pertemuan_1.rar.html

Selasa, 20 Maret 2012

DATA SHEET

Datasheet Reference.com provides free datasheets, circuit schematics, pinouts and DIY projects for the top semiconductors and ICs.

Most Popular Electronics Components
LM317 Photo

LM317 Regulator

This is a very popular integrated three-terminal adjustable linear voltage regulator. LM317 Regulator is a positive voltage regulator supporting input voltage of 3V to 40V and output voltage between 1.25V and 37V.  The LM317 datasheet is provided from several manufacturers of this popular device.
NE555 Timer IC Picture

NE555 IC Timer

This 8-pin NE555 datasheet is one of several 555 timer ICs.  These timers are among the most useful ICs ever made and it is used in many projects. With just a few external components it can be used to build many circuits, not all of them involve timing!
ATmega128 Photo

The Atmel 89C51, or AT89C51, is an 8051-based Fully Static 24MHz CMOS controller.

Want to Build an SEO-Tuned Site Like DatasheetReference?  Here are the resources you need:


Select the electronics component part number you need to access all information. This site is changing daily as part of a larger day by day how-to-do SEO experiment.

DatasheetReference provides free IC datasheet PDF downloads, pinouts, circuit schematics, technical specs, and sourcing information.

The DatasheetReference site is quickly growing to become the be all datasheet catalog for the electronics components industry. The emphasis on datasheets is because of thier critical role in the initial selection, evaluation and revision of design incorporating the electronics components. The datasheet PDF document summarize the performance and other technical characteristics of a semiconductor, IC, passive or electo-mechanical devic or a sub-system (e.g. a power supply) or software in sufficient detail to be used by a design engineer to design the component into a system. Typically a datasheet is created by system manufacturer and begins with an introductory page describing the rest of the document, followed by listings of specific components, with further information on the connectivity of the devices. In cases where there is relevant source code to include, it is usually attached near the end of the document or separated into another file.
What do we mean by a be all, end all datasheet catalog? There are lots of sites out there peddling datasheets but this site aims to provide comprehensive coverage of selected electronics components. We know you need more than just the datasheet so we are providing pinouts, circuit schematics, pictures and DIY electronics projects. We invite feedback on our SEO techniques and content at our Facebook fan page and blog.
The SEO terms, technique and results that are being applied to this website are discussed in the DatasheetReference blog. The site is optimized in several ways, including the CSS and HTML design, the on-page keyword and meta data incorporation and link building. The results are measured several days a week for Google, Bing and Yahoo!. The trends in page position are measured and trended for approximately 70 keyword phrase.

DATA SHEET

Data Sheet 
Data sheet adalah lembaran-lembaran data dalam jaringan
komputer. Dua cara penyampaian data sheet: 
Switch, bentuk dan fungsinya sama dengan hub, akan tetapi
bedanya adalah switch lebih pintar karena memiliki kemampuan untuk mentransfer data hanya pada port yang dituju saja, berbeda dengan hub yang mem-broadcast ke semua port yang dimiliki termasuk port tempat data tersebut berasal. Hal inilah yang membuat switch lebih cepat dalam mentransfer data dengan penggunaan bandwidth 100%, tidak terbagi untuk broadcast.
Switch atau lebih dikenal dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
Sedangkan switch store-and-forward merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk memeriksa
satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu jaringan.
Dengan switch ada beberapa keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan disebut "collapsed backbone."

2.    Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang dijaringan berdasarkan aturan atau protokol tertentu.
Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network) atau jaringan global seperti Internet.